Dalam sambutannya Direktur BUMDes Sidomukti, Oktama Rendika Pradipta menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini adalah program yang cukup baik dan akan ia kembangkan di seluruh dusun. "Program ini cukup baik, dan akan kami kembangkan di 7 (tujuh) dusun yang ada di Pekon Mataram dengan pola kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan warga", ujarnya. Satu-satunya kendala yang dihadapi adalah kualitas DOC (Day Old Chick) atau bibit yang didapat adalah bibit kualitas paling rendah, yaitu kualitas polosan. Sulit bagi peternak skala kecil untuk mendapatkan bibit kualitas diatasnya seperti Silver, Gold apalagi Platinum. "Kami meminta dukungan kepada stakeholder terkait, Bupati Pringsewu atau Gubernur Lampung agar kami mempunyai previlage supaya bisa mendapatkan bibit dengan kualitas yang lebih baik", lanjutnya.
Kadis PMP didampingi Korkab Pringsewu menanggapi akan menyampaikan kendala ini ke Bupati dan Gubernur. "Sore ini juga, kebetulan kami ada audiensi dengan Bupati di Graha Pamungkas, dan akan kami sampaikan apa yang menjadi kendala tadi", ujar Bu Kadis. Korkab Pringsewu juga menambahkan bahwa akan ada kunjungan Gubernur Lampung ke Pringsewu, "Tanggal 13 Desember nanti ada agenda Gubernur ke Pekon Tambahrejo, Pak Direktur dan Pak Kakon bisa hadir disana dan menyampaikan secara langsung ke Bapak Gubernur Lampung".
Pada kesempatan lain, Abi Rifa'i, Sekretaris BUMDes Sidomukti memaparkan bahwa Modal Awal untuk program ketahanan pangan ini adalah Rp. 256.000.000. Pada tahap permulaan ini sudah digelontorkan ± Rp. 106.000.000 untuk pembuatan kandan sistem close house dengan kapasitas 2.000 ekor, DOC, dan operasional. Sisa anggaran akan dilanjutkan dengan kandang kedua dengan kapasitas 3.000 ekor. Pada tahap pertama ini panen perdana dilakukan untuk bobot ayam 1 kg/ekor sesuai permintaan konsumen. Untuk mendapatkan bobor tersebut BUMDes sidomukti memulai dari tanggal 11 November 2025 hingga hari ini, atau sekitar 23 hari. Dibutuhkan waktu 7 hari persiapan agar kandang siap dihuni kembali. Artinya dalam 1 bulan bisa 1 kali panen. Dengan kapasitas yang masih kecil (2.000 ekor), tingkat kematian 2%, perkiraan keuntungan nett mencapai 5-7 juta. Jika dalam satu tahun tanpa kendala bisa mencapai 70 juta lebih, dan tentunya akan semakin bertambah jika kandang kedua sudah jadi. Potensi ternak ayam broiler cukup menjanjikan, mengingat kebutuhan daging ayam dan juga telur saat ini melonjak efek dari Program MBG. Bagaimana? Apakah anda tertarik?
(05/12/2025, SBK1810)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar